kela tlho


Angklung Caruk


     Angklung Caruk adalah alat musik khas Banyuwangi yang berasal dari kata caruk atau kecaruk yang memiliki makna yaitu pertemuan. Sama seperti angklung pada umumnya, instrumen ini berbahan dasar bambu. Angklung Carik di mainkan oleh 12 – 14 orang pemain. Biasanya terdiri dari 3 kelompok penonton, satu kelompok mendukung satu kelompok dan kelompok penonton lainnya mendukung kelompok kedua, dan kelompok ketiga adalah penonton netral. Biasanya antara kelompok saling adu mengadu dengan keserasian instrumen yang bernuansa sedikit Bali.

    Tujuan utama adanya persembahan Angklung Caruk ini, adalah sebagai hiburan. Biasanya ada di acara khitanan, pernikahan, hingga kemerdekaan RI. Sejarah ini berawal dari seorang petani sawah yang biasanya melepas lelah di saat jam istirahat dengan bermain Angklung Caruk ini. Angkluk ini di letakkan di pondok yang tinggi atau bisa di sebut paglak.

   Manfaat yang dapat kita ambil adalah, kita bisa mengetahui keanekaragaman alat mustik. Angklung Caruk memang terdengar baru bagi kita semua. Karena, memliki ke unikan tersendiri. Mulai dari bentuk, teknisi pengoperasian bahkan lagu yang di mainkan.







Oleh : Kayla Fitria Almadani

   

Comments

Popular posts from this blog

irvan tlho

Tugas TLHO - Raisa