Tugas TLHO - Caessa

Tari Jaranan Buto

Oleh: Fairuz Nurul Caessa (X IPA1)


Tari Jaranan Buto adalah tarian yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Tarian ini sekilas tampak mirip dengan Jaran Kepang atau Jathilan, bedanya adalah kuda yang di gunakan tidaklah menyerupai kuda tetapi menyerupai buto. Dalam Bahasa jawa buto diartikan sebagai raksasa yang memiliki tubuh besar,wajah yang menakutkan serta taring tajam.

Dalam satu grup kesenian Jaranan Buto biasanya di tampilkan oleh 6-10 pemain. Ada juga 8-12 orang yang memainkan alat musik untuk mengiringi pertunjukan.Tarian ini kerap di tampilkan di acara-acara seperti khitanan, pernikahan, hari jadi kota atau kabupaten di sekitaran Banyuwangi, dan pada acara-acara adat lainnya.

Klimaksnya para penari tersebut bisa menari sampai kesurpan,dan unsur magis ini adalah atraksi yang paling di tunggu oleh penonton. Saat penari mulai kesurupan dan tidak sadarkan diri,ia mulai mengejar para penonton yang menggodanya dengan siulan,hingga aksi makan beling dan memakan ayam hidup-hidup.

Tari Jaranan Buto memiliki manfaat yaitu mengingatkan kita akan kesabaran,kemarahan,dan kesopanan. Tarian ini juga memiliki beberapa kisah yang berbeda dari setiap gerakan,riasan para pemain, kesenian jaranan secara umum. Contohnya pada pemakaian Buto disini yaitu bertujuan sebagai semangat perjuangan, sikap kesatria dan unsur kerja keras tanpa kenal lelah dalam setiap kondisi.

Sebagai warga negara Indonesia, kita patut menjaga dan melestarikan budaya kita.Salah satunya adalah dengan bangga akan tarian tradisional yang ada di sekitar kita. Karena faktanya, kini tarian Jaranan Buto sudah hampir punah. Karena jika bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?

Comments

Popular posts from this blog

irvan tlho

Tugas TLHO - Raisa