Tugas TLHO - Neyla
Gamelan
Oleh :
Mayneyla Dzikra Firmansyah Putri
( X -1 / 16)
Gamelan adalah himpunan alat musik
yang biasanya menonjolkan demung, saron, peking, gambang, kendang, dan gong.
Istilah gamelan merujuk pada instrumen/alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan
utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari
bahasa Jawa Gamel yang berarti memukul/menabuh, diikuti akhiran an yang
menjadikannya kata benda.
Kemunculan gamelan didahului dengan
budaya Hindu-Budha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan
sejarah, yang juga mewakili seni asli Indonesia. Instrumennya dikembangkan
hingga terbentuk seperti sekarang ini, pada zaman Kerajaan Majapahit. Gambaran
tentang himpunan alat musik gamelan pertama ditemukan pada relief dinding candi
Borobudur, Magelang, Jawa Tengah yang telah berdiri sejak abad ke-8.
Dalam mitologi Jawa, gamelan
dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka, dewa yang menguasai seluruh
tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung
Lawu). Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa.
Kemudian alat-alat musik pengiring ikut diciptakan juga, untuk menyampaikan
pesan yang sifatnya khusus. Hingga kemudian terbentuklah gamelan dalam wujud
seperangkat komplit. Gamelan terdiri dari himpunan alat musik, yaitu Kendang, Bonang
Barung, Bonang Penerus, Demung, Saron, Peking (Gamelan), Kenong dan Kethuk,
Slenthem, Gender, Gong, Gambang, Rebab, Siter, Suling, dan Kempul.
Gamelan umumnya dipakai untuk
mengiringi pagelaran wayang atau pada acara-acara resmi seperti upacara
keraton, pernikahan, syukuran, dan lain-lain. tetapi pada saat ini, gamelan
hanya digunakan mayoritas masyarakat di pulau Jawa, khususnya Jawa Timur, Jawa
Tengah, DIY, Jawa Barat, dan juga masyarakat di Bali.
Comments
Post a Comment